Pantai Petitenget Seminyak Bali: Sejarah Mistis, Pura Suci, dan Sunset Ikonik
Pantai Petitenget di Seminyak, Bali, bukan cuma soal sunset cakep dan beach club kekinian. Di balik vibes modernnya, pantai ini punya sejarah spiritual dan legenda mistis yang kuat sejak ratusan tahun lalu.
Nama Petitenget sendiri berasal dari kata “peti” (kotak/pecanangan suci) dan “tenget” (angker atau sakral). Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai hutan liar yang dianggap angker dan dipercaya menjadi sumber wabah penyakit.
Asal Usul Nama Pantai Petitenget
Menurut cerita turun-temurun masyarakat Bali, kawasan Pantai Petitenget dulunya dijaga oleh raksasa bernama I Bhuta Ijo, pengawal Ida Bhatara Labuhan Masceti.
Dalam perjalanannya menuju moksa di Pura Luhur Uluwatu, Dang Hyang Dwijendra (Dang Hyang Nirartha) singgah di kawasan ini dan menitipkan pecanangan (tempat sirih) kepada I Bhuta Ijo untuk dijaga.
Pecanangan inilah yang kemudian menjadi asal kata “peti”, sementara keberadaan Bhuta Ijo yang menimbulkan rasa takut dan wabah penyakit membuat kawasan ini dikenal sebagai “tenget” (angker).
Legenda I Bhuta Ijo dan Wabah Penyakit
Masalah muncul ketika masyarakat mulai resah.
I Bhuta Ijo, dengan kesaktiannya, menurunkan gerubug (wabah penyakit) kepada siapa pun yang memasuki area tersebut. Ia mengira orang-orang berniat mencuri pecanangan milik Dang Hyang Dwijendra.
Karena ketakutan dan penderitaan, warga akhirnya nangkil (memohon petunjuk) kepada Dang Hyang Dwijendra yang sedang bersemedi di Pura Luhur Uluwatu.
Berdirinya Pura Petitenget
Sebagai solusi spiritual, Dang Hyang Dwijendra memberikan pawisik agar warga membangun:
-
Palinggih Pasimpangan untuk stana Ida Bhatara Labuhan Masceti
-
Pagedongan untuk stana I Bhuta Ijo
Pura ini kemudian dinamakan Pura Petitenget, salah satu Pura Dang Kahyangan penting di Bali.
Sejak pura berdiri dan upacara rutin dilakukan (termasuk persembahan lelaban pada Tilem Kawulu), wabah penyakit pun menghilang, dan kawasan tersebut menjadi aman serta disucikan.
Struktur Suci di Dalam Pura Petitenget
Di dalam Pura Petitenget, terdapat beberapa palinggih penting, antara lain:
-
Gedong stana Dang Hyang Dwijendra
-
Meru Tumpang Lima linggih Ida Luhuring Dalem Solo, Majapahit, dan Mekah
-
Palinggih Padmasana
-
Naga Gombang
-
Padma Capah
-
Catu Meres dan Catu Mujung
Pura ini hingga kini masih aktif digunakan untuk upacara adat dan keagamaan, termasuk upacara Melasti.
Lokasi Pantai Petitenget
📍 Alamat:
Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali
⏱️ Jarak tempuh:
Sekitar 15 menit dari Denpasar dan berada di jantung kawasan Seminyak
Daya Tarik Pantai Petitenget Bali
1. Sunset Spektakuler
Pantai Petitenget terkenal sebagai salah satu spot sunset terbaik di Seminyak. Sore hari adalah waktu paling ramai karena langitnya literally aesthetic banget.
2. Pasir Putih & Area Santai
Pasir putih bersih cocok buat jalan santai, duduk chill, atau sekadar healing tipis-tipis.
3. Ayunan Ikonik
Ayunan di tepi pantai jadi spot favorit buat foto, terutama buat anak muda dan wisatawan.
4. Pura Petitenget
Perpaduan unik antara wisata alam dan spiritual, sesuatu yang bikin Bali beda dari tempat lain.
Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan
-
Menikmati sunset
-
Berjemur di siang hari
-
Surfing (ombak cukup menantang)
-
Foto-foto di ayunan
-
Nongkrong di warung atau restoran tepi pantai
-
Jalan kaki ke beach club terkenal di Seminyak
Harga Tiket Masuk Pantai Petitenget
✅ Gratis
Pantai Petitenget adalah pantai umum, jadi tidak ada tiket masuk.
💰 Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan.
Pantai Mistis yang Jadi Ikon Seminyak
Dari kawasan angker penuh legenda, Pantai Petitenget kini berubah jadi ikon wisata Seminyak yang memadukan:
-
Sejarah spiritual
-
Budaya Bali
-
Keindahan alam
-
Gaya hidup modern
Plot twist yang elegan, sih. Dari horor jadi hot spot 🔥
Leave a Reply